PROYEK

Informasi Proyek Yang Telah Diberikan Penjaminan

16 Des 2020 SEKTOR KETENAGALISTRIKAN

Proyek Pengembangan Distribusi Sulawesi dan Nusa Tenggara

Kawasan Indonesia Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk memacu sumber-sumber pertumbuhan ekonomi, di sektor-sektor seperti perikanan, agro-industri, dan pariwisata. Namun, potensi ini tertahankan salah satunya oleh kurangnya infrastruktur utama, termasuk kelistrikan. Salah satu upaya Pemerintah meningkatkan Rasio Elektrifikasi Nasional adalah dengan menjalankan program melistriki 433 desa di Wilayah Timur Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan strategi peningkatan akses listrik melalui perluasan jaringan listrik.

Informasi Proyek

Penandatanganan Proyek 16 Desember 2020
Nilai Investasi (USD) 1.461,2 Juta
Nilai Pinjaman (USD) 310 Juta
Tenor Pinjaman 15 Tahun
Periode Implementasi 2020 - 2025
Debitur Terjamin PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Kreditur/Penerima Jaminan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KFW)
Lokasi Sulawesi dan Nusa Tenggara

Wilayah Timur Indonesia memiliki tingkat rasio elektrifikasi yang masih di bawah rata-rata nasional. Proyek ini merupakan bagian dari Penugasan Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan Perpres No.4 Tahun 2016. Pengembangan jaringan distribusi ini merupakan bagian dari pembangunan infarastruktur ketenagalistrikan dan sebagai bagian dari program jangka panjang sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga lsitrik (RUPTL) PT PLN 2019-2028.

Salah satu target dari Proyek ini adalah peningkatan sambungan sampai dengan 7,7 juta pelanggan dan memiliki objektif: Berkontribusi terhadap ekonomi berkelanjutan dan pengembangan sosial di wilayah Indonesia Timur; Peningkatan rasio elektrifikasi dan desa berlistrik di Indonesia Timur; Meningkatkan keandalan sistem, efisiensi sistem distribusi, dan pelayanan kelistrikan; serta memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi. Selain itu, Proyek juga diharapkan dapat mendoronog pencapaian target rasio elektrifikasi nasional 100% pada tahun 2021.

BACK TO PROJECT