Kemenkeu dan PT PII Dukung PT PLN pada Proyek Pembangunan Jaringan Distribusi Jawa Timur dan Bali

10 FEBRUARI 2021

Jakarta, 10 Februari 2020 – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII sebagai salah satu Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kementerian Keuangan RI, secara konsisten mendukung percepatan pembangunan infrastruktur melalui mandatnya untuk penyediaan penjaminan Pemerintah dalam rangka pengembangan infrastruktur di berbagai sektor termasuk sektor ketenagalistrikan nasional.

Pada hari Rabu (10/2) dilakukan penandatanganan Perjanjian Penjaminan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan PT PII atas Pinjaman Langsung (Direct Lending) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PT PLN untuk pembiayaan proyek pembangunan Jaringan Distribusi Jawa Timur dan bali.

Sistem kelistrikan wilayah Jawa Timur dan Bali adalah sistem yang ter-interkoneksi dengan sistem Jawa-Bali untuk melayani kebutuhan listrik di Jawa Timur, Madura, dan Bali. Berdasarkan data 2019, jumlah pelanggan di Jawa Timur dan Bali adalah sekitar 13,48 juta pelanggan dengan kapasitas daya tersambung sekitar 24,39 GVA dan konsumsi daya sekitar 42,94 TWh. Pengembangan sistem distribusi ini diperlukan guna mengakomodasi pertumbuhan penjualan, penambahan pelanggan, serta perbaikan dan peningkatan efisiensi keandalan sistem distribusi. Hal ini dilakukan dengan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR), trafo, dan sambungan pelanggan. Selain itu, Proyek juga diharapkan dapat mendorong pencapaian target rasio elektrifikasi nasional 100% pada tahun 2021.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan telah memberikan dukungan berupa Penjaminan Pemerintah dari Kementerian Keuangan dan PT PII, yang memungkinkan AIIB sebagai Lembaga multilateral/pembiayaan pembangunan, memberikan pembiayaan Pinjaman Langsung kepada PT PLN dengan syarat dan ketentuan yang sangat menguntungkan PT PLN karena setara dengan pembiayaan untuk pemerintah (sovereign loan) sehingga PT PLN dapat mengembangkan proyek-proyek dimaksud dengan biaya pembiayaan yang lebih terjangkau dan nilai investasi yang lebih efisien sehingga dapat lebih banyak menjangkau masyarakat  diwilayah Jawa Timur dan Bali. Hal ini mempercepat upaya Pemerintah meningkatkan rasio Elektrifikasi Nasional, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan strategi peningkatan akses listrik melalui perluasan jaringan listrik dan berperan mendukung upaya pemerintah untuk menarik investasi sektor swasta pada sektor ini.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman menyatakan dalam acara tersebut bahwa Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan SMV Kementerian Keuangan PT PII tetap konsisten untuk melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk pada proyek Jaringan Distribusi PT PLN ini.

“Dengan memberikan dukungan melalui penjaminan Pemerintah pada proyek ini, Kementerian Keuangan bersama dengan PT PII telah mendukung PT PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional yang nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat di Kawasan Jawa Timur dan Bali. Dukungan dari lembaga pembiayaan multilateral seperti AIIB menunjukkan kepercayaan dan dukungan stakeholder internasional kepada Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur yang berdampak luas pada ekonomi dan masyarakat Indonesia”, papar Luky.

Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo menjelaskan bahwa dengan menyediakan penjaminan Pemerintah pada proyek ini, PT PII bersama Kementerian Keuangan, berkomitmen untuk mendukung pengembangan infrastruktur listrik utama di wilayah Jawa Timur dan Bali. Peran PT PII dalam skema Penjaminan Pemerintah diharapkan dapat mendukung peningkatan rasio elektrifikasi di Jawa Timur dan peningkatan pertumbuhan penambahan pelanggan serta Peningkatan efisiensi jaringan.

“Proyek Jaringan Distribusi Jawa Timur dan Bali ini merupakan proyek PT PLN keempaat yang mendapatkan Jaminan Pemerintah Bersama dari Kementerian Keuangan dan PT PII. Adapun proyek yang sebelumnya telah dijamin adalah proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di wilayah Indonesia Timur yang dilaksanakan oleh PT PLN dengan dukungan pembiayaan dari KfW, yaitu Hydropower Programme pada 5 September 2019 dan 2 proyek pengembangan jaringan distribusi kelistrikan, yaitu wilayah Kalimantan dan Maluku-Papua dengan pendanaan dari ADB serta Wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara dengan pendanaan dari KfW.
“Kerja keras yang dihasilkan dari awal hingga ditandatanganinya proyek ini bukan hanya kerja keras PT PLN, namun juga dari instansi yang terlibat yaitu Kementerian Keuangan, PT PII, AIIB. Kami berharap proyek ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat berkontribusi meningkatkan kebutuhan rasio elektrifikasi nasonal untuk masyarakat di wilayah Jawa Timur dan Bali”, jelas Direktur Keuangan PT PLN, Sinthya Roesly pada acara tersebut.

Sebagai informasi, PT PLN telah memperoleh pendaaan berupa Pinjaman Langsung dari AIIB untuk Proyek Pengembangan Jaringan Distribusi di Jawa Timur dan Bali. Proyek ini telah mendapat pendanaan berupa pinjaman langsung dari AIIB kepada PT PLN senilai USD310 juta. Adapun lingkup pendanaan ini adalah untuk pengembangan akses jaringan distribusi di regional Jawa Timur dan Bali dan peningkatan keandalan sistem distribusi eksisting.

Back