PT PII Berikan Penjaminan Pemerintah pada Proyek KPBU Sistem Penyediaan Air Minum Jatiluhur I

19 FEBRUARI 2021

Jakarta, 18 Februari 2021 – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII – salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI – senantiasa berkomitmen untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Dalam situasi terkini, ketersediaan infrastruktur, khususnya yang terkait kesehatan, air minum dan sanitasi, diharapkan memberikan kontribusi dalam mengatasi dampak pandemi COVID-19, selain sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

Pada hari Jumat (18/02), PT PII melaksanakan kegiatan seremonial daring/online penandatanganan perjanjian terkait penjaminan Pemerintah untuk Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicitied di sektor Air Minum yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur I. Penandatanganan ini dilaksanakan PT PII sebagai Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur (BUPI) dengan Kementerian PUPR sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dalam Perjanjian Regres dan dengan PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (Konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Tbk, dan PT Tirta Gemah Ripah) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dalam Perjanjian Penjaminan terkait Proyek.

Proyek SPAM Regional Jatiluhur I merupakan proyek pembangunan dan pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum berkapasitas 4.750 liter/detik yang dilaksanakan dengan skema KPBU untuk jangka waktu kerjasama sampai dengan 27,5 tahun setelah Tanggal Operasi Komersial (“COD”) yang akan memasok kebutuhan di wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang. Proyek diestimasikan mampu melayani ± 380.000 Sambungan Langganan (SL).

Manfaat ekonomi tambahan yang diharapkan dapat dihasilkan pada proyek ini terbagi dalam dua komponen melalui manfaat langsung dari proyek yaitu meningkatkan cakupan air bersih di kota Jakarta sampai dengan 4.000 liter per detik, Kota Bekasi sebesar 300 lpd, Kabupaten Bekasi sebesar 100 lpd dan Kabupaten Kerawang sebesar 350 lpd, mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah dan mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah, membuka lapangan kerja melalui investasi sebesar 1,675 Triliun Rupiah dan membantu pencegahan terjadinya penyebaran Covid-19 dengan menyediakan air bersih untuk mencuci tangan. Kemudian untuk manfaat tidak langsung yaitu terdapat pada manfaat kesehatan melalui dampak dari peningkatan kualitas air yang diterima oleh pelanggan seperti adanya pengurangan morbiditas/mortalitas terhadap penyakit yang disebabkan buruknya kualitas air.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang hadir dalam sambutannya menyatakan bahwa Kementrian Keuangan telah menyediakan berbagai bentuk dukungan melalui fiscal tools sebagai  bagian dari upaya Pemerintah dalam turut mendorong percepatan penyediaan infrastruktur pada proyek dengan skema KPBU seperti Viability Gap Fund (VGF)/Dukungan Kelayakan, dan Project Development Facility (PDF) dan Penjaminan Pemerintah. Dalam proyek SPAM Regional Jatiluhur I ini, Kementerian Keuangan memberikan fasilitas berupa Penjaminan Pemerintah melalui PT PII sebagai SMV Kementerian Keuangan.

“Fasilitas-fasilitas yang diberikan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, tidak hanya proyek SPAM Regional Jatiluhur I, namun juga pada proyek-proyek infrastruktur lainnya sehingga pembangunan infrastruktur tetap berlanjut walaupun di tengah pandemi global yang saat ini melanda, dan semakin banyak dan luas manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat”, Jelas Sri Mulyani.

Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo menyatakan bahwa PT PII sebagai SMV Kementerian Keuangan telah memberikan penjaminan pada proyek tersebut selama 15 tahun untuk menjamin risiko gagal bayar dan terminasi.

“Terima kasih kepada Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR dan PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur yang telah mempercayakan skema penjaminan pemerintah melalui PT PII. Proyek SPAM Regional Jatiluhur I adalah Proyek ke-32 yang mendapatkan skema penjaminan dari PT PII dan Proyek SPAM yang ke 5 setelah SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung,SPAM Semarang Barat dan SPAM Pekanbaru. Harapannya skema penjaminan ini menambah keyakinan bagi para investor dan Lembaga keuangan untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan infrastruktur” tutup Sutopo.

Back